Anda Termasuk Pria yang Terkena Azoospermia?

Anda Termasuk Pria yang Terkena Azoospermia? – Anda mungkin merasa mendapatkan kabar yang paling buruk dalam hidup Anda ketika hasil tes sperma/hasil analisis sperma Anda hasilnya azoospermia. Tes sperma ini baru Anda lakukan setelah mungkin bertahun tahun usia pernikahan namun tak kunjung hamil juga istri Anda. Tamparan keras ketika cek sperma hasil tes Anda disimpulkan oleh dokter “nol persen sperma” atau tidak ada sperma yang dihasilkan dalam cairan mani Anda. Penyebab kemandulan pria bisa dipicu karena Azoospermia yaitu cairan sperma tidak mengandung sel spermatozoa.

 

Anda Termasuk Pria yang Terkena Azoospermia?

 

Azoospermia adalah istilah yang digunakan ketika seorang pria tidak mengeluarkan sperma sama sekali pada saat terjadi ejakulasi hanya ada cairan yang kosong sel sperma. Ini adalah penyebab utama laki-laki subfertility, kondisi dimana seorang pria tidak mungkin untuk membuat seorang wanita hamil.

Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari testicles atau testis, prostat, penis, skrotum, vas deferens, epididimis, dan duktus seminalis. Biasanya, testis dalam skrotum menghasilkan sperma, yang kemudian mengalir melalui epididimis, vas deferens, dan saluran mani. Sperma bercampur dengan cairan di dalam saluran mani untuk membentuk air mani, yang meninggalkan tubuh melalui penis.

Nah gangguan ini  dapat terjadi karena adanya sumbatan saluran spermatozoa (azoospermia obstruksi) atau kegagalan testis memproduksi spermatozoa (azoospermia non-obstruksi). Penanganan  dilakukan berdasarkan penyebab azoospermia.

 “Pasien infertilitas pria dengan azoospermia, perlu kita cari beberapa hal yang dapat membedakan penyebabnya apakah sumbatan atau bukan sumbatan. Adanya riwayat kelainan bawaan seperti, testis yang tidak berada di kantung testis, adanya kelainan menghidu (tidak dapat mencium bau), riwayat testis yang terpuntir (torsio), penggunaan hormon testosteron, riwayat pengobatan kanker menyokong kemungkinan suatu kelainan bukan sumbatan,” ungkap Wakil Ketua Asri Urology Center dr. Ponco Birowo SpU, PhD  dalam  talkshow kesehatan  Faktor Spermatozoa Penyebab Infertilitas Pria? di Jakarta, Selasa (22/2/2012).

Anda Termasuk Pria yang Terkena Azoospermia?

Riwayat operasi didaerah inguinal dapat merupakan penyebab kelainan sumbatan. Operasi yang bertujuan untuk kontrasepsi mantap atau vasektomi seringkali menjadi penyebab kelainan obstruksi. “Riwayat penyakit infeksi juga penting untuk diperhatikan, terutama infeksi menular seksual, dapat menyebabkan sumbatan saluran spermatozoa sekaligus merusak pabrik spermatozoa” jelasnya.

Pemeriksaan fisik perlu dilakukan untuk melihat ada/tidaknya varikokel, ukuran testis, ada/tidaknya saluran spermatozoa (vas deferens) serta melihat adanya tanda-tanda sumbatan. Ukuran testis yang lebih kecil dan konsistensinya yang lembek menunjukkan kemungkinan bukan sumbatan.

Sedangkan tidak terabanya saluran spermatozoa atau adanya saluran yang melebar, menunjukkan kemungkinan sumbatan.

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan hormon (FSH, LH dan Testosteron) dan USG skrotum . Peningkatan hormon FSH (hormon yang memberi instruksi testis utuk membuat spermatozoa) disertai penurunan LH dan testosteron menandakan adanya gangguan dalam pembentukan spermatozoa (bukan sumbatan).

Dari pemeriksaan USG dapat diketahui ukuran testis dan adanya pelebaran saluran spermatozoa. Walaupun dari wawancara, pemeriksaan fisik dan tambahan (hormon dan USG) sudah menyokong adanya kelainan sumbatan atau bukan sumbatan, namun diagnosis pastinya adalah dengan operasi.

Pada pasien-pasien yang masih ingin mencoba untuk hamil secara normal, dapat dilakukan operasi eksplorasi testis, untuk melihat ada/tidaknya sumbatan, bila terdapat sumbatan, dapat dilakukan penyambungan sumbatan tersebut.

Pada pasien dengan keterbatasan waktu (usia pasangan wanita) atau dana, maka tindakan yang dianjurkan adalah pengecekan ada/tidaknya spermatozoa. Bila terdapat spermatozoa, dilanjutkan dengan pembekuan/freezing spermoatozoa.

“Selanjutnya, bila pasangan tersebut ingin memiliki keturunan, maka harus mengikuti program bayi tabung. Namun apabila tidak ditemukan spermatozoa, maka saat ini teknologi kedokteran yang ada belum memungkinan pasangan tersebut untuk memperoleh keturunan. Jadi perlu dipersiapkan mental sebelum melakukan operasi ini,” katanya.

Teknik pengecekan ada/tidaknya spermatozoa dapat dilakukan dengan teknik penyedotan daerah epididymis (PESA-Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration) maupun dengan teknik bedah mikro untuk mengambil jaringan testis (TESE-Testicular Sperm Extraction).

Pasien azoospermia dengan varikokel, dianjurkan untuk dilakukan operasi varikokel terlebih dahulu, karena diketahui bahwa sekitar 30-40 persen  pasien azoospermia dengan varikokel, setelah operasi varikokel dapat ditemukan spermatozoa kembali dalam cairan ejakulasinya. Pemilihan jenis tindakan sangat bergantung dengan situasi dan kondisi pasien dan perlu didiskusikan dengan dokter yang menanganinya.

Anda Termasuk Pria yang Terkena Azoospermia?

Pengertian Dan Penyebab Azoospermia

Pengertian Dan Penyebab Azoospermia – Sel sperma adalah salah satu faktor penentu apakah seorang wanita bisa hamil atau tidak. Oleh karena itu, para pria hendaknya lebih berhati-hati, karena bisa jadi anda memiliki sperma namun tidak terkandung sel spermatozoa di dalamnya. Atau kelainan ini sering di istilahkan dengan Azoospermia yang memungkinan Anda menjadi tidak memiliki keturunan.

pengertian dan penyebab terjadinya Azoospermia

 

Azoospermia secara kasat mata tidak menujukkan gejala apapun. Tidak ada yang dapat mengetahui apakah di dalam spermanya ada sel sperma ataupun tidak.

Menurut pakar seksolog, Prof. Dr. Randanan Bandasi, Msc,DFFM. SpPA (K) SpF, SpAnd: “Azoospermia adalah tidak adanya sel spermatozoa / benih di dalam sperma, Sperma ada, akan tetapi sel-sel spermatozoanya yang tidak ada. Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan pria yang menderita penyakit ini tentu saja akan sulit memiliki keturunan”.

Penyebab Azoospermia

Ia juga menambahkan, bahwa Azoospermia ini umumnya terjadi oleh dua penyebab. Dapat dikarenakan oleh kerusakan pada pabrik sperma / kantung testis, atau juga akibat adanya penyumbatan di dalam saluran tempat keluarnya sperma. Misalnya, gangguan pada testis yang bersifat primer (primary tersticular failure). ” Sperma itukan ada di dalam biji pelir, di biji pelir itu ada saluran naik ke atas, itulah yang keluar lewat alat kelamin. Bisa juga karena saluran tersebut tersumbat. Misalnya, terjadi infeksi atau akibat adanya kelainan bawaan,” Sambungnya.

Azoospermia jenis obstruktif artinya, produksi sel spermatozoa ada di dalam testis hanya saja saluran keluarnya (vasa deferens) buntu. Jika ini adalah penyebabnya, maka bisa dilakukan upaya memperoleh spermatozoa. Setelah spermatozoa diperoleh, selanjutnya dilakukan pembuahan buatan (bayi tabung).

Jika azoospermia disebabkan karena testis tidak dapat meproduksi sel spermatozoa. Kondisi ini termasuk masalah yang bersifat terminal secara reproduksi. Teknik pembuahan bantuan tidak banyak membantu karena memang tidak ada instrumen pembuatan sperma di dalam testis

Sebagai organ penghasil spermatozoa. Testis, berdasarkan pemeriksaan fisik, sangat kecil dan juga keras sering menunjukkan adanya gangguan pada testis (kegagalan testis primer). Sebaliknya, jika setelah pemeriksaan fisik, ukuran testis masih dalam batas normal dan kekenyalannya baik setelah perabaan, umumnya penyebab azoospermia yang terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran sperma.

Prof. Randanan juga menambahkan, tidak ada tanda-tanda secara fisik yang dapat dilihat bagi mereka yang menderita penyakit Azoospermia.

Pengertian Dan Penyebab Azoospermia

Azoospermia dapat menyerang siapa saja. apakah pria tersebut terlihat maco apalagi jika ia agak “banci”.

Bisa juga karena bawaan, misalnya tipe sindrom pada pria adalah XX, sementara perempuan adalah XY. Namun biasanya ada juga laki-laki yang memiliki tipe sindrom XXY. Nah, pria yang demikian ini biasanya cenderung lebih mudah terserang penyakit Azoospermia”. Untuk pengobatannya, tergantung apa penyebabnya. Kata dia.

Jika pabriknya yang rusak, maka akan lebih sulit untuk diperbaiki, jika hanya karena sumbatan bisa dengan operasi. Namun kemungkinan berhasilnya sangat kecil setelah operasi dan disambung kembali. Pemikiran sebagian orang awam, bahwa penyebab utama Azoospermia karena kebiasaan melakukan onani adalah tidak benar. Tidak ada hubungan antara kebiasaan masturbasi pria (onani) dengan Azoospermia. Yang paling berhubungan justru adalah ketika pria berhubungan seks dengan perempuan sembarangan. Sehingga alat kelamin terkena infeksi.

Ia pun berpesan, jika pasangan suami istri mengalami masalah dalam rumah tangga seperti belum memiliki keturunan, maka yang lebih berpotensi diperiksa adalah pihak suami.

Pengertian Dan Penyebab Azoospermia